-->
Senin, 19 Agustus 2013 - 0 komentar

Ali Limpah, Veteran Berumur 93 Tahun dari Aceh Utara


INDONESIA baru saja merayakan hari kemerdekaannya yang ke 68 tahun setelah pada tahun 1945 Indonesia dinyatakan merdeka. Hal tersebut tidak terlepas dari pejuang-pejuang yang melawan penjajah ketika dahulu Indonesia masih dalam jajahan pasukan Tentara Jepang dan Belanda, manusia bumi nusantara menamakan mereka Veteran, yaitu mantan pejuang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ali Limpah MA, kakek tua ini adalah salah seorang sosok pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Aceh, sama halnya Tengku Daud Beureueh. Beliau yang sekarang sudah sangat tua ini masih bisa mengetahui bahkan bisa menceritakan bagaimana perjuangannya merebut kemerdekaan dibawah komando Tengku Daud Beureueh.

Sesuai pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) umurnya sudah mencapai 93 tahun, sejak tiga tahun terakhir ini beliau sudah tidak sanggup lagi memenuhi undangan untuk menghadiri acara Upacara HUT Republik Indonesia seperti halnya Veteran lainnya yang umurnya lebih muda daripadanya. Pun demikian, daya ingat Ali tidak jauh berbeda dengan anak muda sekarang ini, kakek tua tersebut masih bisa menceritakan sejarah pra Kemerdekaan Indonesia, walaupun pendengaran dan penglihatannya sudah mulai terganggu.

Ali Limpah yang didampingi isteri keduanya Aisyah Yusuf (60) -isteri pertamanya sudah lama meninggal dunia-. Dari hasil perkawinannya dengan Aisyah, Ali dianugerahkan tiga orang anak, ketiganya laki-laki, masing-masing Nurdin Ali (32 tahun), Nasir Ali (30 tahun) dan Azhari Ali (28 tahun). Sesekali beliau menghisap rokok gudang garam merah yang telah dibakar ditangannya, serta meneguk kopi yang sudah disiapkan isterinya Aisyah dihadapannya.

Beliau yang hanya sekolah hingga kelas 3 sekolah rakyat ini hanya menjadi sebagai pasukan Tentara Indonesia kala itu, namun katanya, apabila dirinya bisa sekolah hingga kelas 5 kemungkinan setelah merdeka dulu bisa mendapatkan jabatan dari Presiden RI Soekarno. Kedekatannya dengan Tengku Daud Beureueh jelas dikatakannya kepada The Globe Journal yang mengunjungi kediamannya di gampong Nibong Baroh, Kecamatan Nibong Aceh Utara. Sabtu (17/8/2013).

"Ayah Beureueh (Daud Beureueh, red) sangat tangguh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, bahkan ketika dinyatakan kemerdekaan Presiden Soekarno memanggilnya untuk audiensi kepresidenan," ungkapnya yang tidak bisa berbahasa Indonesia.



Daya ingat yang masih sangat luarbiasa menjadi daya tarik The Globe Journal untuk menanyakan sejarah-sejarah kelam yang pernah ia ketahui, mulai dari peperangan, penyergapan bahkan masalah transportasi seperti kereta api. Beliau yang mulai kesakitan tersebut dapat menjadi sumber kepada para pecinta sejarah Indonesia yang ingin mengetahui sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Badan sudah mulai kesakitan, kalau saya belum meninggal mungkin masih bisa menceritakan sejarah yang saya tahu," ujarnya yang tidak mengetahui bahwa hari ini HUT RI yang ke 68 tersebut.[Theglobejournal.com]

0 komentar:

Posting Komentar