-->
Kamis, 01 Maret 2012 - 0 komentar

Oleh-oleh Deklarasi 60 Kg Sampah Buat Bang Zack

OLEH :THEGLOBEJURNAL.COM

Sekitar Pukul 15.00 WIB, Minggu (12/2) massa Partai Aceh mulai bubar meninggalkan Stadion Lampineung, H. Dimurthala menuju daerahnya masing-masing. Tinggallah sampah bertebaran mengundang bau tak sedap bagi penguna jalan di kawasan lapangan sepak bola itu. Namun secara perlahan kotoran sampah-sampah itu mulai dibersihkan.

Bagi Zackaria (51), pria asal Luengkubu, Padang Tiji, Kabupaten Pidie, tumpukan sampah plastik merupakan rezeki berharga baginya.  Ia sudah biasa membersihkan sampah-sampah plastik dibantu istrinya, Aklimah (30) asal Samalanga, Bireuen. Kedua pasangan "perjuangan hidup-mati" ini langganan event besar, memilah-memilih sampai plastik setiap usai acara.

"Kerja kami sangat lelah, banting tulang, tapi hasil yang kami peroleh sangat halal dan paling halal," kata Zackaria yang tinggal berpindah-pindah di Banda Aceh. Ia mengaku di Banda Aceh sejak pasca tsunami, awalnya tinggal di Ulee Kareung dan kini tinggal di Lampaseh Aceh.

"Status rumah masih sewa, kendatipun saya sangat berharap ada rumah sendiri di Banda Aceh," kata Zackaria saat ditemui The Globe Journal, Minggu (12/2) tadi sore.

Bang Zack, begitu ia dipanggil, menggeluti pekerjaan ini sejak 1975 di Batuphat, Aceh Utara  yang kini telah masuk dalam wilayah Kota Lhokseumawe.

Rata-rata penghasilan yang Ia peroleh di Batuphat tidak banyak dan belum bisa mencukupi kebutuhannya, yaitu Rp20.000 perhari. Namun sejak pasca tsunami Ia dan Aklimah berpindah ke Banda Aceh dan saat itulah penghasilannya sedikit bertambah menjadi rata-rata perhari Rp30-40 ribu.

"Kalau bekerja keras setiap hari pasti ada menghasilkan uang, paling banyak rezeki ketika ada acara besar, seperti acara demontrasi dan kegiatan deklarasi kandidat Partai Aceh tadi," tuturnya.

Tapi kalau acara datang Presiden RI ke Aceh tidak membuatnya istimewa karena pengamanannya sangat ketat. Apalagi sampah-sampah plastiknya sudah ditanggulangi oleh dinas terkait. Diakuinya hanya kegiatan orang-orang Aceh-lah yang membantu penghasilan dia bertambah.

Hari Minggu (12/2) Partai Aceh mengadakan deklarasi 15 kandidat Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota ditambah satu pasangan kandidat Gubernur dalam pesta demokrasi Pemilukada yang dijadwalkan 9 April 2012 mendatang.

Perut tak terasa lapar lagi, Bang Zack merasa bangga melihat saudaranya dari gampong-gampong datang ke Banda Aceh. Sarapan nasi bungkus yang disediakan panitia juga dihiraukannya. "Kami cukup kenyang melihat saudara kami datang dari pelosok ke Banda Aceh, itu saja sudah cukup," cetus sang istri tercinta, Aklima.

"Saya sudah menunggu sejak pagi tadi, hingga saat ini ada 60 kilogram sampah plastik yang sudah dikumpulkan," kata bang Zack.

Sampah-sampah ini dibawa ke rumahnya untuk disortir dan dijual seharga Rp3.000 perkilogramnya. "Dari sampah-sampah plastik kami mendapatkan Rp150.000 ," pungkas Zackaria.

Penghasilan hari ini adalah rahmat baginya, apalagi sampah-sampah plastik yang ditinggalkan banyak yang masih utuh alias lengkap dengan tutupnya. Ia teringat hal yang sama juga pernah diperolehnya saat usai demontrasi rakyat tolak Independen di depan Kantor DPRA beberapa waktu yang lalu oleh massa KMPA.

Namun untuk berjuang dan bertahan hidup kuncinya adalah kerja keras dan bersikap jujur.
"Pekerjaan saya jelas adalah mengutip sampah plastik untuk dijual lagi, dan pekerjaan ini untuk bertahan hidup keluarga saya, walaupun saya bersama istri masih sangat tegar,"demikian Zackaria dan istrinya Aklima dalam bahasa Aceh fasih.[THEGLOBEJURNAL.COM]

0 komentar:

Posting Komentar